Spiritual Parenting Ala Rasulullah

Etika Dakwah dan Pendidikan Rasulullah:

1. Menempatkan diri sebagai sahabat

2. Lemah lembut dan santun

3. Tidak membalas caci maki dengan caci maki pula

4. Menyimak perkataan lawan bicara

5. Memudahkan, tidak mempersulit

6. Bertahap dalam mengajarkan kebaikan dan mencegah keburukan

7. Menyesuaikan materi pembicaraan dengan daya tangkap murid

8. Tidak mempermalukan murid

9. Tidak mencari-cari kesalahan murid

10. Menekankan persamaan dan afiliasi dengan yang diajak

11. Menghargai kedudukan dan status orang yang diajak

12. Memakai bahasa tubuh yang baik

13. Tidak berdebat kusir

Metode Rasulullah Mendidik Anak:

1. Memilih calon Ibu dan Ayah yang baik

2. Mendoakan anak-anak sejak amat dini

3. Memberikan nafkah yang halal untuk anak dan ibunya

4. Membacakan zikir di hadapan Ibu yang akan melahirkan

5. Memperdengarkan azan ke telinga kanan bayi yang baru lahir

6. Mengadakan syukuran dan aqiqah

7. Memberi nama dan panggilan yang baik

8. Tidak mendoakan keburukan untuk anak

9. Selalu bersikap lemah lembut kepada anak

10. Mencurahkan perhatian kepada anak dalam setiap keadaan

11. Memperhatikan hobi/kesukaan anak

12. Bermain bersama anak

13. Memberi pujian dan apresiasi kpd anak

14. Menegur dengan halus

15. Mengajari sopan santun

16. Memilihkan lingkungan pergaulan yang baik

17. Memunculkan potensi anak dengan memintanya menyampaikan pendapat

18. Berdialog dengan bijaksana

19. Memperlakukan anak dgn adil

20. Menggunakan puisi dan cerita

21. Mengajari keterampilan dengan memberi contoh

Sumber: Ensiklopedi Muhammad SAW.: Muhammad sebagai Pendidik (Pelangi Mizan – 2009)

Otak & Pornografi

Salah satu bagian otak manusia namanya adalah Pre Frontal Cortex (PFC). PFC ini merupakan bentuk ekspresi kepribadian yang membedakan antara manusia dan hewan (hewan tidak punya PFC). PFC ini juga bertanggung jawab untuk: kontrol diri, pengambilan keputusan, pengaturan emosi, pengorganisasian, perencanaan. Sambungan depan PFC ini baru sempurna pada saat seseorang berusia 21 th.

Bila seseorang telah kecanduan pornografi dari usia baligh, dimana dia melihatnya pada saat sambungan PFC nya belum sempurna, jadi belum bisa berfungsi dengan baik. Maka pada saat orang tsb mempunyai masalah (marah, kesal), bagian otak yang bekerja adalah Basal Ganglia & Sistem Limbik (CMIIW). Sehingga efeknya, orang tsb mendapat perintah dari otak untuk melihat pornografi untuk membuatnya senang. Dalam kasus seperti ini PFC nya (seharusnya sebagai kontrol diri) tidak dapat berbuat apa-apa.

Proses Kecanduan & Akibatnya:

Saat melihat pornografi –> Otak memproduksi Hormon Dopamin –> Pelaku senang (euphoria) –> Tapi ada Rasa Bersalah –> Untuk mengobati rasa bersalah –> Melihat pornografi.

Pada saat proses di atas, fungsi-fungsi otak yang terganggu yaitu fungsi:

1. Analisa

2. Penilaian

3. Pemahaman

4. Pengambilan Keputusan

5. Makna Hubungan

6. Hati Nurani

Sehingga spiritualitas terganggu –> Iman terkikis (tumbang)

Pada kasus “kecanduan”, otak dipaksa untuk menghasilkan hormon Dopamin, sehingga mengakibatkan OTAK MENGKERUT.

Kerusakan pada otak:

1. Akibat Narkoba, 3 bagian otak yang rusak:

  • Cingalute
  • Orbitofrontal Midfrontal
  • Insula Hippocampus Temporal

2. Akibat Pornografi, 5 bagian otak yang rusak:

  • Cingalute
  • Orbitofrontal Midfrontal
  • Insula Hippocampus Temporal
  • Cerebellum
  • Nucleus Accumbens Patumen

Kisah-kisah dari al-qur’an

Agar terhindar dari kisah/dongeng yang buruk, ada beberapa contoh kisah yang terdapat dalam Al Qur’an yang akan membantu parents untuk bercerita sesuai dengan tuntunan agama Islam.

More

story telling workshop

Hari minggu tanggal 10 Mei 2009, ada acara story telling workshop di daerah Lenteng Agung. Acara ini udah lama bunda tunggu-tunggu, soalnya bunda pengen banget bisa mendongeng buat mbak asya & amanda, ga cuma sekedar baca buku cerita. Narasumber di acara ini ada Kak Mal (pendongeng, penulis buku The Power of Story Telling), Kak Imam & Kak Dodo (pendongeng, praktisi di acara Pildacil, penulis buku 27 Cara Mengatasi Emosi Anak). Alhamdulillah bisa dateng ke acara ini, karena substansi acaranya bagus banget, cuma sayang ada kendala teknis, yaitu di tengah-tengah acara mati lampu, jadinya kurang maksimal deh. Acara dimulai dengan aksi Kak Mal membacakan dongeng tentang Khalifah Umar Bin Khattab disertai aksi panggung yang menarik (seperti fragmen), dilanjutkan pemberian materi (semuanya ada di buku The Power of Story Telling) lalu sesi tanya jawab. Acara selanjutnya mengenai Komunikasi Verbal & Non Verbal diisi oleh Kak Imam & Kak Dodo. Workshop ini berlangsung dengan santai, karena para narasumbernya sangat interaktif.

More

How To Make Rules???

  • Aturan harus dibuat “TERTULIS”.
  • Dalam ATURAN harus menunjukkan:
  1. kami sayang & peduli denganmu;
  2. kami ingin kamu aman & terlindungi;
  3. kami ingin kamu bertanggung jawab;
  4. kami ingin kamu belajar hidup bersama orang lain;
  5. kami ingin membentukmu menjadi pribadi yang menyenangkan;
  6. kami ingin kamu berbudi bahasa yang baik.

Disiplin dengan kasih sayang…

Pada saat mendengarkan bu rani mengucap kata disiplin sempat terlintas di pikiran saya, apa sih sebenarnya disiplin itu. kenapa bisa sampai bisa terlintas dalam pikiran saya..’coz menurut versi saya, disiplin itu identik dengan kekerasan..kenapa bisa seperti itu??..gak lain dan gak bukan karena pengasuhan yang selama ini saya terima baik dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat mengacu ke “mindset” bahwa untuk membentuk suatu pribadi dengan disiplin yang tinggi harus dengan kekerasan..bener ga sih sebenarnya??? More

12 Gaya Populer

Di-copy dari http://coratcoretkuaja.blogspot.com/2008/05/12-gaya-populer.html by Bunda Dewi…

Pada dasarnya kebutuhan manuasia yang paling dalam adalah keinginan agar perasaannya didengar, diterima, dimengerti dan dihargai. Jadi dalam komunikasi, kita perlu meningkatkan kemampuan kita dalam mencoba memahami perasaan orang lain, apakah itu teman, pasangan hidup, rekan kerja, atasan, anak atau siapapun juga yang menjadi lawan bicara kita. Untuk anak-anak, seringkali mereka belum mampu untuk mengatakan apa yang mereka rasakan, bisa jadi karena perbendaharaan kata mereka yang belum banyak. Maka mereka akan menggunakan bahasa tubuh bahkan jauh ketika mereka belum pandai berbicara. Sebagai orang tua maka kita harus meningkatkan kepekaan kita dalam menangkap makna dibalik bahasa tubuh dan perasaan apa yang mendasari sehingga kita bisa memahami perasaan yang ingin disampaikan si anak. Rasa kurang percaya diri biasanya muncul karena kita “menidakkan perasaan” sehingga lawan bicara menjadi bingung, kesal, tidak mengenali perasaannya sendiri akhirnya tidak percaya pada perasaannya sendiri. Misalkan dialog dibawah ini: More

“bullying” di sekitar kita

  • “Bullying” itu artinya aksi kekerasan, biasanya durasinya hanya 37 detik. Walaupun hanya berlangsung sebentar, tapi ternyata mempunyai efek negatif  baik bagi pelaku, korban, maupun yang hanya nonton doang. Efek negatif pada laki-laki biasanya berupa “main fisik” (minjem istilah Istiqlal), sedang untuk perempuan lebih ke “social effect” seperti dicuekin, disindir, diomongin.

 

  • Ciri-ciri Pelaku (ati-ati kalo ketemu orang dengan ciri-ciri di bawah…):

1. anak yang berempati rendah (kantong jiwanya kosong);

2. sudut pandang mereka adalah gue..gue..dan gue..;

3. haus kekuasaan;

4. gemar kekerasan;

5. pada umunya tidak taat peraturan;

6. mendapat kepuasan lebih kalo lihat orang lain susah.

More

MATERI ESQ parenting

I. Tujuan Pendidikan Anak, disebutkan dalam Al Qur’an:

1. Q.S. Adz Dzaariyaat 51:56

“Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepadaKu…”

* Agar anak mampu mengabdi kepada Allah SWT.

2. Q.S. Al A’raaf 7:172

“Bukankah Aku ini Tuhanmu?Benar,kami bersaksi.”

*Agar anak mampu memenuhi perjanjian Ruh.

3. Q.S. Al Baqarah 2:30

“Aku hendak menjadikan khalifah di bumi…”

*Agar anak mampu menjadi khalifah.

4. *Agar anak mampu menghadapi ujian kehidupan.

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).”

5. *Agar anak mampu bertanggung jawab kepada Allah SWT.

“Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban).” More

Tips Menjadi Ayah Yang Lebih Baik

1. Cintailah pasangan kita

Salah satu cara yang sudah “teruji” yang bisa dilakukan oleh seorang ayah untuk anaknya adalah menghormati dan mencintai “ibunya anak-anak”. Pertahankan perkawinan agar tetap utuh dan kokoh.

2. Selami peran sebagai seorang ayah

Apa yang kita yakini tentang peran dan fungsi seorang ayah, akan mempengaruhi sikap kita terhadap anak.

3. Have Fun!

Menjadi ayah adalah tanggung jawab yang besar, tapi juga menyenangkan. Tunjukkan pada anak bahwa anda sangat menikmati peran sebagai ayahnya mereka.

4. Tunjukkan kasih sayang

Cari cara untuk menunjukkan kasih sayang kita pada anak setiap harinya, agar mereka tahu kita mencintainya.

5. Jadilah model bagi anak

Anak adalah peniru ulung. Disadari atau tidak, anak meniru ayahnya.

6. “Discipline With Love”

Hindari menghukum anak, tapi ajari mereka soal konsekuensi.

7. Bersekutulah dengan pasangan anda

Pastikan anda berdua “satu” dalam kata dan tindakan.

8. Jadilah “guru” bagi anak, dalam perkataan dan perbuatan

Anak perlu diajari tentang hal yang benar dan yang salah. Pastikan bahwa kita juga konsisten dalam perilaku. Ajari anak bahwa setiap orang bisa saja berbuat salah. Hal penting dari kesalahan adalah belajar untuk menghindari kesalahan yang sama berulang. TELADAN, 1000x lebih efektif daripada kata-kata.

9. Sadari bahwa pekerjaan sebagai ayah tidak pernah berhenti.

Bahkan setelah anak kita lulus kuliah, bekerja dan menikah, mereka tetap membutuhkan ayahnya.

-source: Alumnae Day ESQ 090419 by Tendi Naim-

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.